Beranda

Followers

Sabtu, 19 Mei 2012

belajar sambil bernostalgia


SUPER MARIO :)
Mayoritas pasti tau tentang permainan lampau ini. Game ini sangat merajalela ketika aku masih mungil dulu, tak heran jika banyak orang yang menggemarinya, karena memang games ini sangat menarik, juga menantang. Game ini mengingatkan kepada masa kecilku dulu, tak pernah terlewatkan satu hari pun untuk meluangkan bermain super mario ini (haha, alay nih, saking seringnya sih). Setelah aku beranjak remaja dan keberadaanku yang tak lagi mendukung untuk bermain game ini (yaa, karena aku berada di boarding dan begitupun aku telah beranjak remaja, hingga ada “sedikit” rasa malu hehe).

Rasanya rindu, tak pernah lagi aku berpetualang di dunia mario ini. Hingga di akhir menuju kepulanganku setelah 6 tahun di boarding, aku menemukan kerinduan ketika masa kecilku dulu yang tak lagi aku temukan setelah beberapa tahun, ya! Itu adalah masa kecilku yang penuh dengan petualangan, termasuk petualangan super mario salah satunya :)

Aku jadikan kembali trend game ini pada usia teman-teman ku yang sudah menginjak sweet seventeen, karena aku tau, mereka pun tak kalah rindunya dengan ku :) Bukan lagi jeritan anak kecil yang lucu ketika harus game over, akan tetapi jeritan anak remaja beranjak dewasa yang tak lagi ada lulu-lucunya, malah polusi suara yang ada hehe


Petualangan yang penuh dengan berbagai tantangan dan rintangan. Bagaimana ketika harus menghadapi kura-kura yang menjelma seperti bebek itu (jadi ngga tau kura-kura apa bebek tuh namanya), ketika harus berenang di air yang tak sedikit ubur-ubur dan ikan-ikan yang menjadi musuh disana, hingga bagaimana kita harus bisa melewatin raja dari semua rintangan yang sering disebut si KUPER dan hingga kita mendapat hal yang baru. Sungguh! Kepuasan yang tak terkira ketika mendapatkan hal yang baru itu. “SUKSES deeehhh!!”


Sama halnya ketika kita mendapatkan apa yang kita cita-citakan, perjuangan yang luar biasa kita kerahkan, mulai dari do’a, ikhtiar, dan tak lupa jiwa semangat kita yang kita tanamnkan dan saatnya kesuksesan menghampiri kita. Nikmat yang lua biasa kita dapatkan pula, kawan. Setujuuuu?

Mengembalikan keahlian sejak kecil memang sulit, ketika kita tak lagi terbiasa memainkannya. Yaa, hingga harus kembali lagi meraba. Ku sempatkan memainkannya ketika ada waktu luang yang aku kira waktu untuk refreshingku dari kesibukanku di akhir keberadaanku di pondok. Hingga aku sedikit agak lihey hehe


Begitu pun, keahlian, bakat kita. Ketika kita tidak mengukirnya dengan sungguh-sungguh, istiqamah, maka hasilnya pun akan seperti apa yang di ukir, kawan. Kalo di film man jadda wajada itu di katakan “bukan yang paling tajam, tapi yang paling bersungguh-sungguh” :) Maka orang yang bersungguh-sungguhlah yang akan menjemput kesuksesan :) setujuuuuuuuu?

Memang, jeritan lucu ketika kecil itu hanya jeritan senang, gembira, bahagia hanya karena keberhasilan memainkan game itu, tak ada maksud lain, tapi jeritan yang membuat kebisingan (polusi suara malah) membuat otak kita bisa berpikir, dan bisa belajar ketika kita sering memaikan game petualangan ini.

2 komentar:

  1. mantaap,, belajar dari yang mungkin hanya dianggap sebagai hiburan.. lanjutkan! :)

    BalasHapus