kisah sang hileuuuuudddd :D
by Halida Rahmi Luthfianti on Thursday, April 21, 2011 at 9:45am
-edisi.bahasasunda-
suatu hari saya bingung, teman2 selalu meminta buah tangan, ngga lewat sms, fb, YM, dll..tanpa fikir panjang saya pun ingin membahagiakan mereka (secara, kawan seperjuangani :)), langsung terlintaslah akan membeliakan mereka mangga segar ala majalengka..yuuuuuk akhh cabuuuuuttt (central of manggo) !!"mang, meser buah !!", "mangga neng", "5kg mang, kanggo oleh2 ka pondok yeuuh (balaga cnah, smbong :D).hahaha", "sok milihan!!", "naon ieu teh emoy sadaya kieu mang, arasak nyak mang??", "sanes neng, eta teh isi na hileud wungkul!!, da di tangkal buahna nju usum hileud ayn mh.."
beuuuuh si mang gokilll heuh, polos deui !!
pantesan we, Mang jiga hileuuudd.hahaha :D
"TOS AKH TEU JANTEN mang!!yuuuuukkk akh ka pasar we !!stelah di pasar bergantilah keinginan mmbelikan oleh2na, tidak buah lagi, tapiiiiiiiiiiiiiii.......................
"punten, mang meser buah..", "oh mangga neng, ieu buah meni sae, amis, mulus, mirah deui neng", "oh kitu mang, hnteu da naros hungkul abi mh.hahaha :D"
ternyata dpnggir saya pun ada ibuibu yang telah membelinya, "AH MANG DUKA, MOAL SAKALIKALI DEUI KADIEU, NGABOHONG HEUH TUKANG DAGANG TEH, NAON IEU MH HILEUD WNGKUL ISINA..TOS NENG TONG MESER !!", "hnteu bu, da abi mh hnteu nuju milarian buah, nuju milarian hileeuuud kanggo paiseun, da rerencangan teh janten haroyongeun pais hileeuuudd.hahahaha :D)
hampura kawan2 moal aya oleh2 buah, hileud we nyaaak ??
hahahahahahahahahaha :D
dari cerita tadi kita ambil kesimpulan,bahwa kita harus jujur, walau bagaimanapun keadaannya. Karena stelah satu kali bohong, orang pun susah menjunjung kepercayaan nya lagi, exmpl "AH MANG DUKA, MOAL SAKALIKALI DEUI KADIEU !! "jangan pernah sekalikali kita mencoba berbohong, karena membohong bagaikan minuman keras, yang sekali mencoba akan terus menerus ketagihan !!
#saya bukan berarti halida rahmi luthfianti yaa :)
Jalan ilmu memang terkadang sunyi, maka adalah wajar saat sedikit orang yang mengarungi, tapi sejatinya ia selalu menjadi cahaya dalam gelapnya kesunyian ^^
Jumat, 22 April 2011
Sabtu, 12 Maret 2011
Merenung disela kesibukan GA (Gebyar Amanah)
Merenung disela kesibukan GA (Gebyar Amanah)
by Halida Rahmi Luthfianti on Wednesday, February 16, 2011 at 8:19pm
Seminggu sudah, menjalani hidup ku tanpamu ayah,,
masih terasa mimpi mnjadi status anak yatim..
rasa ikhlas untuk dtnggalkanpun blm bisa sepenuhnya, ikhlaskan hamba dgn keadaan ini yaa alloh, berkali2 hamba lantunkan kata2 ikhlas dr mulutku, maka lantunkan pulalah rasa ikhlas didalam hati hamba yaa alloh..
Pak, Lihatlah saya yg sdang menimba ilmu ini dgn jauh merantau, lihatlah saya yg sdng mengamalkan ilmu yg diajarkanmu, lihatlah saya yg sdang berusaha mencotoh teladan2mu, lihatlah saya yg sdng menjadi pemimpin,, semoga hamba bisa mnjadi kebanggaanmu jga bisa mnjadi apa yg engkau cita2kan yaitu anak yg soleh, n smoga dpt mnjdi ladang pahala yg selalu mengalir untuk mu pak..
Bu, maafkan hamba takbisa menemani hari2mu stiap wktu,,
tak ada niat lain dalam perantauan ini, kecuali untuk tholabul 'ilmi(mncari ilmu).
Semangat selaluuu dalam menjalankan aktifitas ..
Remember halida rahmi luthfianti !!
u're the leader !!
masih terasa mimpi mnjadi status anak yatim..
rasa ikhlas untuk dtnggalkanpun blm bisa sepenuhnya, ikhlaskan hamba dgn keadaan ini yaa alloh, berkali2 hamba lantunkan kata2 ikhlas dr mulutku, maka lantunkan pulalah rasa ikhlas didalam hati hamba yaa alloh..
Pak, Lihatlah saya yg sdang menimba ilmu ini dgn jauh merantau, lihatlah saya yg sdng mengamalkan ilmu yg diajarkanmu, lihatlah saya yg sdang berusaha mencotoh teladan2mu, lihatlah saya yg sdng menjadi pemimpin,, semoga hamba bisa mnjadi kebanggaanmu jga bisa mnjadi apa yg engkau cita2kan yaitu anak yg soleh, n smoga dpt mnjdi ladang pahala yg selalu mengalir untuk mu pak..
Bu, maafkan hamba takbisa menemani hari2mu stiap wktu,,
tak ada niat lain dalam perantauan ini, kecuali untuk tholabul 'ilmi(mncari ilmu).
Semangat selaluuu dalam menjalankan aktifitas ..
Remember halida rahmi luthfianti !!
u're the leader !!
Menggali semangat di 09 februari 2011.
Menggali semangat di 09 februari 2011.
by Halida Rahmi Luthfianti on Thursday, February 10, 2011 at 1:40am
Kecupan manis terakhir untuk sang ayahanda tercinta malam ini membuat hati saya mnjadi nano2,, tpatnya sebulan yg lalu hape saya berdering stiap wkt, dgn brisikan "selamat ulang tahun", n hari ini hape saya brdring brisikan "innalillahi", sbhanalloh, memang hdp ini tak bs ditebak kwan.
Hmm, ketika sang kaka tlh tiba, mlailah kami mndiskusikan hal2 yg msh samar..huh,diskusi yg sngat memuaskan, membuat kami bertambah dewasa dan pastinya brtambahlah wawasan saya. ILmu yg saya emban selama hdup d ma'had ternyata terasa sngt brguna!
Semoga mnjadi kebanggaan mu melihat kami seperti ini PaK.
Bgtu pun ilmu yg slma ini engkau paparkan trhdap kami, yg dpt mnjadikan kami mnjadi org yg sangaaat luar biasa,,smoga dpt mnjadi ldang amal, pahala yg slalu mngalir paK.amin.
Kerja keras nya yg tak pernah lelah, semangatnya yg tak pernah pudar, mnjdikan figur bagi kami semua..
Semangat selalu belajar, semangat selalu menjalani hidup, saya yakin alloh pnya rahasia lain yg sngat luarbiasa dibalik semuanya, alloh pnya rencana lain dibalik semuanya!
Kami ikhlas ya alloh..
Nuun walqolami wamaa yasthuruun.
Hmm, ketika sang kaka tlh tiba, mlailah kami mndiskusikan hal2 yg msh samar..huh,diskusi yg sngat memuaskan, membuat kami bertambah dewasa dan pastinya brtambahlah wawasan saya. ILmu yg saya emban selama hdup d ma'had ternyata terasa sngt brguna!
Semoga mnjadi kebanggaan mu melihat kami seperti ini PaK.
Bgtu pun ilmu yg slma ini engkau paparkan trhdap kami, yg dpt mnjadikan kami mnjadi org yg sangaaat luar biasa,,smoga dpt mnjadi ldang amal, pahala yg slalu mngalir paK.amin.
Kerja keras nya yg tak pernah lelah, semangatnya yg tak pernah pudar, mnjdikan figur bagi kami semua..
Semangat selalu belajar, semangat selalu menjalani hidup, saya yakin alloh pnya rahasia lain yg sngat luarbiasa dibalik semuanya, alloh pnya rencana lain dibalik semuanya!
Kami ikhlas ya alloh..
Nuun walqolami wamaa yasthuruun.
Pencarian Jati Diriku
Terkadang hamba tak sadar akan apa yang hamba kerjakan, apakah sudah bernilai ibadah juga manfaat bagi orang lain atau sebaliknya?
Ingin sekali rasanya menjadi orang-orang hebat yang dapat memberikan berbagai ukiran makna terhadap orang lain.
Termenung dalam kebingungan menjadi seorang remaja yang masih labil ini, pikiran yang tak menetap, begitupun keyakinan hati ..
Selalu saja saya berdoa dan berpikir dalam kelabilan ini, smoga 'amalan yang bersifat positif dapat terus saya kerjakan, dan amalan yang negatif dapat dijauhkan.
Kegalauan yg sering membuat saya bingung untuk mengambil sebuah keputusan, itu menjadi sebuah jalan yang semu !!
Sampai tanpa disadari, saya sering menyalahkan apa2 yang ada disekitar saya, padahal merekalah yang telah membuat saya menjadi seperti sekarang ini . Murka kah hamba ya alloh?
Tp Hamba jdikan itu mnjadi sbuah pelajaran bsar yg tak boleh sy lkukan kmbali dlain wkt..
Kegalauan2 yang saya alami tak pernah membuat saya berhenti untuk memecahkannya, ikhtiar tetap terus saya lakukan untuk mengobati kelabilan juga kesemuan ini, agar toh saya tidak salah mengambil jalan ..
Motivasi2 yang saya dapatkan dari orang2 yang telah membawa saya berjalan menuju pencerahan, selalu saya tnamkan dalam diri saya, yang telah banyak membuahkan pencerahan dari kesemuan juga kefanaan saya,, (haturnuhun.hehe)
meskipun memang belum mencapai kepada penemuan jati diri saya,,
inilah proses pencarian jati diri kawan, hidup itu butuh proses !!
Hilangkan sifat MENGELUH mulai dari sekarang !!
Mengeluh merupakan monster terbesar yang membuat pengaruh mundurnya daya juang kita !!
"Tiba saat kita bangkit, nyatakan yang trbaik !!
Jangan sampai mereka jatuhkan nyali kita, tunjukan pada mereka siapa diri kita !!"
BERJUANG !!
Ingin sekali rasanya menjadi orang-orang hebat yang dapat memberikan berbagai ukiran makna terhadap orang lain.
Termenung dalam kebingungan menjadi seorang remaja yang masih labil ini, pikiran yang tak menetap, begitupun keyakinan hati ..
Selalu saja saya berdoa dan berpikir dalam kelabilan ini, smoga 'amalan yang bersifat positif dapat terus saya kerjakan, dan amalan yang negatif dapat dijauhkan.
Kegalauan yg sering membuat saya bingung untuk mengambil sebuah keputusan, itu menjadi sebuah jalan yang semu !!
Sampai tanpa disadari, saya sering menyalahkan apa2 yang ada disekitar saya, padahal merekalah yang telah membuat saya menjadi seperti sekarang ini . Murka kah hamba ya alloh?
Tp Hamba jdikan itu mnjadi sbuah pelajaran bsar yg tak boleh sy lkukan kmbali dlain wkt..
Kegalauan2 yang saya alami tak pernah membuat saya berhenti untuk memecahkannya, ikhtiar tetap terus saya lakukan untuk mengobati kelabilan juga kesemuan ini, agar toh saya tidak salah mengambil jalan ..
Motivasi2 yang saya dapatkan dari orang2 yang telah membawa saya berjalan menuju pencerahan, selalu saya tnamkan dalam diri saya, yang telah banyak membuahkan pencerahan dari kesemuan juga kefanaan saya,, (haturnuhun.hehe)
meskipun memang belum mencapai kepada penemuan jati diri saya,,
inilah proses pencarian jati diri kawan, hidup itu butuh proses !!
Hilangkan sifat MENGELUH mulai dari sekarang !!
Mengeluh merupakan monster terbesar yang membuat pengaruh mundurnya daya juang kita !!
"Tiba saat kita bangkit, nyatakan yang trbaik !!
Jangan sampai mereka jatuhkan nyali kita, tunjukan pada mereka siapa diri kita !!"
BERJUANG !!
Sabtu, 18 Desember 2010
essay..Budaya pop dan media komunikasi
PENDAHULUAN
Popular Culture atau sering disebut budaya pop mulai mendapat tempat dalam kehidupan manusia Indonesia. Dominic Strinati mendefinisikan budaya pop sebagai “lokasi pertarungan, di mana banyak dari makna ini (pertarungan kekuasaan atas makna yang terbentuk dan beredar di masyarakat) ditentukan dan diperdebatkan. (Budaya pop) juga bisa dilihat sebagai lokasi di mana makna dipertandingkan dan ideologi yang dominan bisa saja diusik. Antara pasar dan berbagai ideologi, antara pemodal dan produser, antara sutradara dan aktor, antara penerbit dan penulis, antara kapitalis dan kaum pekerja, antara perempuan dan laki-laki, kelompok heteroseksual dan homoseksual, kelompok kulit hitam dan putih, tua dan muda, antara apa makna segala sesuatunya, dan bagaimana artinya, merupakan pertarungan atas kontrol (terhadap makna) yang berlangsung terus-menerus” (Strinati,2003). Budaya pop adalah budaya pertarungan makna dimana segala macam makna bertarung memperebutkan hati masyarakat. Dan sekarang ini, model praktis dan pemikiran pragmatis mulai berkembang dalam pertempuran makna itu. Budaya pop sering diistilahkan dengan budaya McDonald atau budaya MTV. Kepraktisan, pragmatisme, dan keinstanan dalam pola kehidupan menjadi salah satu cirri khasnya. Disini, media, baik cetak atau elektronik, menjadi salah satu ujung tombak public relation untuk menerjemahkan budaya pop ala MTV langsung ke jantung peradaban masyarakat itu. Televisi, misalnya, adalah media yang efisien dalam mengkomoditaskan segala sesuatu dan menjualnya.
BUDAYA POP
DAN MEDIA KOMUNIKASI
DAN MEDIA KOMUNIKASI
Siapa yang tidak mengenal Crayon Sinchan. Tokoh komik asal Jepang yang juga sering muncul rutin di televisi ini sangat populer sekitar awal tahun 2000an. Komiknya yang menggunakan kata-kata yang tidak baku (gaul), visual tokohnya yang sangat ngartun, serta karakternya yang khas dan terkesan tidak mendidik mampu beredar laris di pasaran. Tayangan televisinya (yang ditayangkan setelah komiknya laris) pun seakan-akan enggan untuk dilewatkan. Karakter suara khas dari Sinchan sempat menjadi trend dan banyak ditirukan oleh anak-anak pada masa itu. Itulah salah satu contoh budaya ngepop yang sempat merasuk di Indonesia pada sekitar awal tahun 2000an.
Pop art yang berasal dari kata popular art merupakan sebuah aliran seni yang memanfaatkan simbol-simbol dan gaya visual yang berasal dari media massa yang populer seperti koran, majalah, iklan, televisi, komik ataupun kemasan barang dan gaya supermarket (Arif Adityawan, 1999:99). Selain itu, menurut Gregg Berryman, pop art merupakan bentuk perluasan subyek seni yang berasal dari (kemasan) desain grafis kemasan, tanda, billboard, iklan, teknik reproduksi komersial (Didi Subandi, www.komvis.com). Sedangkan Iwan Darmawan menyebutkan bahwa pop art merupakan karakter penggambaran semua aspek dari kebudayaan populer yang memberikan dampak yang kuat dari kehidupan kontemporer. Yang diambil dari televisi, buku komik, majalah film, dan semua bentuk advertising yang disampaikan secara empati dan objektif tanpa memuja atau penghukuman tetapi dengan menunjukkan kesegaran dalam arti tetap menunjukkan ketepatan teknik komersial yang dipakai media (Iwan Darmawan, Denpost). Mungkin dari semua penjelasan tadi dapat ditarik pengertian yang lebih sederhana dari pop art (kesenian/budaya pop) yaitu sebagai aliran seni yang karya-karyanya mengambil unsur-unsur dari media massa yang sedang berkembang pada masa itu. Dengan kata lain pop art bukan merupakan karya yang benar-benar asli dan baru melainkan sebuah karya yang dibuat dengan mengambil atau “meminjam” unsur-unsur dari karya lain yang kemudian dirangkai dan didesain kembali untuk menghasilkan karya baru.
Pop art pertama kali dipopulerkan oleh Andy Warhol dari Amerika yang merepetisi foto wajah-wajah artis Hollywood seperti Marilyn Monroe atau Elvis Presley dengan silk screen dan menggunakan warna-warna komplementer. Hasilnya wajah-wajah artis tersebut muncul dengan warna-warna yang unik dan berbeda dari aslinya. Karya-karya seperti ini biasanya diproduksi untuk cover-cover album atau poster pertunjukan musik, meski kemudian berkembang untuk poster-poster sosial sampai poster komersil. Pada masa itu budaya pop art pada dasarnya adalah sebuah penentangan dari budaya modern yang cenderung statis dan berdesain jangka panjang. Sangatlah aneh jika sebuah desain yang digunakan untuk sebuah produk jangka pendek harus memiliki nilai estetik yang berlaku selamanya. Menurut orang-orang yang menentang budaya modern, estetika barang-barang yang bersifat konsumptif harus berangkat dari budaya populer dan berdasarkan gaya yang mudah dikenal dan dinikmati masyarakat umum. Misalnya desain mobil harus menampilkan unsur-unsur dekoratif yang kokoh sehingga menimbulkan kesan kuat bagi orang-orang yang melihatnya.
Pada masa-masa kemunculan perdananya banyak kalangan yang beranggapan bahwa karya pop adalah karya yang tidak mempunyai nilai estetik dan hanya sebuah karya yang diciptakan untuk kesenangan belaka. Tapi disamping itu banyak pula orang yang beranggapan bahwa karya pop adalah sebuah karya yang tercipta dari kebebasan berekspresi dan membuktikan bahwa tidak adanya diskriminasi dalam seni. Bahkan ada yang beranggapan bahwa dengan karya pop, masyarakat diajak untuk lebih obyektif dalam melihat sebuah karya (pada masa itu banyak orang yang beranggapan bahwa ada dominasi seniman abstrak ekspresionis dari Eropa dan Amerika). Selain itu karya pop juga dianggap dapat mewakili keadaan sosial yang ada dalam masyarakat yang secara cepat dieksploitasi dan disebarkan lewat media massa. Dengan kata lain karya pop dianggap merupakan sebuah kebersamaan pandangan, baik oleh pengamat seni, masyarakat umum, ataupun orang yang tidak mengerti seni sekalipun.
Sebagai media komunikasi, pop art (kesenian/budaya pop) sangat tergantung pada media massa. Tanpa media massa tidak akan ada budaya pop. Hal ini karena media massa yang mempunyai peran untuk menyebarluaskan dan mempopulerkan sebuah karya seni yang bisa diterima sebagai karya pop. Sifat media massa yang mampu menjadi penghubung sebuah karya pop dari penciptanya ke masyarakat umum membuat budaya pop mampu berkembang pesat sebagai media komunikasi yang sangat populer. Namun disamping itu, sebagai media komunikasi budaya pop memiliki beberapa kelemahan. Diantaranya adalah budaya pop bersifat kontemporer dan tidak bertahan lama. Hal ini disebabkan karena budaya pop menggunakan media massa sebagai media komunikasinya sehingga bisa diproduksi secara massal dan selalu up to date. Ini menyebabkan sebuah karya pop hanya menjadi fenomena sesaat. Hampir tidak ada karya pop yang menjadi trend adiluhung dan bertahan lama. Kalaupun ada, mungkin hanya satu dari seribu karya. Masyarakat cenderung mudah menerima karya pop yang baru dan dengan mudah pula melupakan karya pop yang lama. Misalnya saja komik Sinchan tadi. Saat pertama kali muncul komik ini sangat fenomenal dan laris manis dipasaran. Tapi pada saat ini, seiring munculnya komik-komik yang hampir serupa mungkin hanya segelintir orang saja yang masih membaca komik tersebut atau menonton tayangannya di televisi.
Selain ke tidak konsistenannya tadi, budaya pop yang sifatnya menjadi trend yang fenomenal (walaupun hanya sesaat) membuat karya-karyanya sering mengalami penjiplakan. Karya yang laris manis jelas merupakan bisnis yang menggiurkan bagi sekelompok oknum pembajak karya. Media massa yang digunakan sebagai senjata untuk menyebarluaskan karya pop kini menjadi “bumerang”. Teknologi yang berkembang pesat membuat karya pop mudah dan memang terkesan “aman” untuk dijiplak. Mulai banyak komik-komik bajakan yang beredar dan laris manis dipasaran seakan-akan memberikan gambaran bahwa masyarakat hanya ingin mudah mendapatkan sebuah karya yang bagus dan fenomenal tanpa memikirkan apakah penciptannya menjadi sejahtera atau malah berhenti membuat karya karena tidak mendapat keuntungan. Hal ini karena budaya pop hanya menciptakan hubungan yang longgar antara pihak-pihak yang terjalin dan tidak menimbulkan ikatan emosi. Kalaupun muncul panggemar yang fanatik, itu hanya penggemar budaya pop semata. Kasus penjiplakan ini sangat mewabah pada karya-karya musik yang sempat menjadi populer. Kaset dan cd bajakan seakan laris manis dan mengungguli penjualan kaset atau cd originalnya.
Contoh lain adalah iklan testimonial yang sempat populer sekitar tahun 2000an. Pertama muncul cukup menarik perhatian dengan tampilan orang yang mengaku penggemar berat sebuah produk dan mengajak masyarakat untuk mengikutinya. Lalu layaknya jamur dimusim semi berbagai produk mulai beriklan dengan iklan testimonial. Tapi sesuai dengan sifat kontemporernya tadi, budaya iklan seperti ini sekarang sudah mulai berkurang meskipun masih ada yang memakainya, khususnya di Indonesia. Mungkin sekarang sedikit berubah dengan mengganti testernya yang dulu orang biasa kini dengan artis-artis terkenal. Misalnya iklan sebuah produk mie instant yang dibintangi artis Titi Kamal, atau iklan sabun cuci yang dibintangi Luna Maya. Iklan-iklan tersebut masih mengandalakan strategi iklan yang terkesan sudah “kuno” dan ketinggalan jaman. Tapi sering kali muncul pertanyaan apakah benar Titi Kamal selalu makan mie tersebut? Apakah benar Luna Maya selalu mencuci dengan sabun tersebut? Atau malah mereka tidak pernah memakan atau memakainya?
Pop art yang berasal dari kata popular art merupakan sebuah aliran seni yang memanfaatkan simbol-simbol dan gaya visual yang berasal dari media massa yang populer seperti koran, majalah, iklan, televisi, komik ataupun kemasan barang dan gaya supermarket (Arif Adityawan, 1999:99). Selain itu, menurut Gregg Berryman, pop art merupakan bentuk perluasan subyek seni yang berasal dari (kemasan) desain grafis kemasan, tanda, billboard, iklan, teknik reproduksi komersial (Didi Subandi, www.komvis.com). Sedangkan Iwan Darmawan menyebutkan bahwa pop art merupakan karakter penggambaran semua aspek dari kebudayaan populer yang memberikan dampak yang kuat dari kehidupan kontemporer. Yang diambil dari televisi, buku komik, majalah film, dan semua bentuk advertising yang disampaikan secara empati dan objektif tanpa memuja atau penghukuman tetapi dengan menunjukkan kesegaran dalam arti tetap menunjukkan ketepatan teknik komersial yang dipakai media (Iwan Darmawan, Denpost). Mungkin dari semua penjelasan tadi dapat ditarik pengertian yang lebih sederhana dari pop art (kesenian/budaya pop) yaitu sebagai aliran seni yang karya-karyanya mengambil unsur-unsur dari media massa yang sedang berkembang pada masa itu. Dengan kata lain pop art bukan merupakan karya yang benar-benar asli dan baru melainkan sebuah karya yang dibuat dengan mengambil atau “meminjam” unsur-unsur dari karya lain yang kemudian dirangkai dan didesain kembali untuk menghasilkan karya baru.
Pop art pertama kali dipopulerkan oleh Andy Warhol dari Amerika yang merepetisi foto wajah-wajah artis Hollywood seperti Marilyn Monroe atau Elvis Presley dengan silk screen dan menggunakan warna-warna komplementer. Hasilnya wajah-wajah artis tersebut muncul dengan warna-warna yang unik dan berbeda dari aslinya. Karya-karya seperti ini biasanya diproduksi untuk cover-cover album atau poster pertunjukan musik, meski kemudian berkembang untuk poster-poster sosial sampai poster komersil. Pada masa itu budaya pop art pada dasarnya adalah sebuah penentangan dari budaya modern yang cenderung statis dan berdesain jangka panjang. Sangatlah aneh jika sebuah desain yang digunakan untuk sebuah produk jangka pendek harus memiliki nilai estetik yang berlaku selamanya. Menurut orang-orang yang menentang budaya modern, estetika barang-barang yang bersifat konsumptif harus berangkat dari budaya populer dan berdasarkan gaya yang mudah dikenal dan dinikmati masyarakat umum. Misalnya desain mobil harus menampilkan unsur-unsur dekoratif yang kokoh sehingga menimbulkan kesan kuat bagi orang-orang yang melihatnya.
Pada masa-masa kemunculan perdananya banyak kalangan yang beranggapan bahwa karya pop adalah karya yang tidak mempunyai nilai estetik dan hanya sebuah karya yang diciptakan untuk kesenangan belaka. Tapi disamping itu banyak pula orang yang beranggapan bahwa karya pop adalah sebuah karya yang tercipta dari kebebasan berekspresi dan membuktikan bahwa tidak adanya diskriminasi dalam seni. Bahkan ada yang beranggapan bahwa dengan karya pop, masyarakat diajak untuk lebih obyektif dalam melihat sebuah karya (pada masa itu banyak orang yang beranggapan bahwa ada dominasi seniman abstrak ekspresionis dari Eropa dan Amerika). Selain itu karya pop juga dianggap dapat mewakili keadaan sosial yang ada dalam masyarakat yang secara cepat dieksploitasi dan disebarkan lewat media massa. Dengan kata lain karya pop dianggap merupakan sebuah kebersamaan pandangan, baik oleh pengamat seni, masyarakat umum, ataupun orang yang tidak mengerti seni sekalipun.
Sebagai media komunikasi, pop art (kesenian/budaya pop) sangat tergantung pada media massa. Tanpa media massa tidak akan ada budaya pop. Hal ini karena media massa yang mempunyai peran untuk menyebarluaskan dan mempopulerkan sebuah karya seni yang bisa diterima sebagai karya pop. Sifat media massa yang mampu menjadi penghubung sebuah karya pop dari penciptanya ke masyarakat umum membuat budaya pop mampu berkembang pesat sebagai media komunikasi yang sangat populer. Namun disamping itu, sebagai media komunikasi budaya pop memiliki beberapa kelemahan. Diantaranya adalah budaya pop bersifat kontemporer dan tidak bertahan lama. Hal ini disebabkan karena budaya pop menggunakan media massa sebagai media komunikasinya sehingga bisa diproduksi secara massal dan selalu up to date. Ini menyebabkan sebuah karya pop hanya menjadi fenomena sesaat. Hampir tidak ada karya pop yang menjadi trend adiluhung dan bertahan lama. Kalaupun ada, mungkin hanya satu dari seribu karya. Masyarakat cenderung mudah menerima karya pop yang baru dan dengan mudah pula melupakan karya pop yang lama. Misalnya saja komik Sinchan tadi. Saat pertama kali muncul komik ini sangat fenomenal dan laris manis dipasaran. Tapi pada saat ini, seiring munculnya komik-komik yang hampir serupa mungkin hanya segelintir orang saja yang masih membaca komik tersebut atau menonton tayangannya di televisi.
Selain ke tidak konsistenannya tadi, budaya pop yang sifatnya menjadi trend yang fenomenal (walaupun hanya sesaat) membuat karya-karyanya sering mengalami penjiplakan. Karya yang laris manis jelas merupakan bisnis yang menggiurkan bagi sekelompok oknum pembajak karya. Media massa yang digunakan sebagai senjata untuk menyebarluaskan karya pop kini menjadi “bumerang”. Teknologi yang berkembang pesat membuat karya pop mudah dan memang terkesan “aman” untuk dijiplak. Mulai banyak komik-komik bajakan yang beredar dan laris manis dipasaran seakan-akan memberikan gambaran bahwa masyarakat hanya ingin mudah mendapatkan sebuah karya yang bagus dan fenomenal tanpa memikirkan apakah penciptannya menjadi sejahtera atau malah berhenti membuat karya karena tidak mendapat keuntungan. Hal ini karena budaya pop hanya menciptakan hubungan yang longgar antara pihak-pihak yang terjalin dan tidak menimbulkan ikatan emosi. Kalaupun muncul panggemar yang fanatik, itu hanya penggemar budaya pop semata. Kasus penjiplakan ini sangat mewabah pada karya-karya musik yang sempat menjadi populer. Kaset dan cd bajakan seakan laris manis dan mengungguli penjualan kaset atau cd originalnya.
Contoh lain adalah iklan testimonial yang sempat populer sekitar tahun 2000an. Pertama muncul cukup menarik perhatian dengan tampilan orang yang mengaku penggemar berat sebuah produk dan mengajak masyarakat untuk mengikutinya. Lalu layaknya jamur dimusim semi berbagai produk mulai beriklan dengan iklan testimonial. Tapi sesuai dengan sifat kontemporernya tadi, budaya iklan seperti ini sekarang sudah mulai berkurang meskipun masih ada yang memakainya, khususnya di Indonesia. Mungkin sekarang sedikit berubah dengan mengganti testernya yang dulu orang biasa kini dengan artis-artis terkenal. Misalnya iklan sebuah produk mie instant yang dibintangi artis Titi Kamal, atau iklan sabun cuci yang dibintangi Luna Maya. Iklan-iklan tersebut masih mengandalakan strategi iklan yang terkesan sudah “kuno” dan ketinggalan jaman. Tapi sering kali muncul pertanyaan apakah benar Titi Kamal selalu makan mie tersebut? Apakah benar Luna Maya selalu mencuci dengan sabun tersebut? Atau malah mereka tidak pernah memakan atau memakainya?
KESIMPULAN
Dari uraian diatas mungkin dapat disimpulkan bahwa budaya pop memang mampu menjadi media komunikasi yang sangat fenomenal dan mampu menyebarluaskan pengaruhnya dengan cepat seiring perkembangan media massa yang semakin pesat. Namun tak dapat dipungkiri pula bahwa budaya pop sering menjadikan sebuah karya menjadi sangat tidak berharga karena dengan mudahnya diplagiat dan dengan mudahnya pula digeser oleh karya lain yang lebih up to date. Mungkin dapat dikatakan bahwa dengan budaya pop, sebuah karya akan dengan mudah menjulang, tapi dengan mudah pula menghilang. So, masih ingin ngepop?
Langganan:
Postingan (Atom)