Jalan ilmu memang terkadang sunyi, maka adalah wajar saat sedikit orang yang mengarungi, tapi sejatinya ia selalu menjadi cahaya dalam gelapnya kesunyian ^^
Senin, 10 September 2012
Peka itu Harus
Hari itu dimana semua orang sibuk dengan kegiatan di awal sebelum
masuk kuliah yang sangat melelahkan. Syarat rumit yang perlu
diseleseikan, hingga menyisakan tidur malamnya satu jam saja. Setelah
adzan shubuh berkumandang, mereka hendak pergi dengan menempelkan papan
nama, topi, dan semua atribut yang menjadi persyaratannya. Tapi entah,
fakultasku berbeda dengan yang lain, kami hendak pergi "menengok"
teman-teman seperjuangan fakultas di Purbalingga sana, hehe, meski pada
intinya kami pun melaksanakan kewajiban, yakni kegiatan ospek.
Teman-teman baru, suasana baru, bahasa dan budaya bebbeda-beda, begitupun menjadi keluarga baru di Universitas rasanya membuat kita selalu ingin dan mengenal tentang hal yang baru. Saling tukar cerita, tukar bahasa, tukar pengalaman.
"ini tempat getuk goreng nih, kalo belum beli ndak afdol nyampe Purwokerto. Nah kalo kesana tuh, belok ke Banjar, kalo kesana ke Kebumen" bincang temanku, dengan logatnya yang "ngapak" saat menuju Purbalingga. Nampaknya ia sangat kenal dengan Purwokerto dan sekitarnya.
"nah itu sawah ya mba, mas yang orang Jakarta, takutnya jarang liat sawah hehe, lahan pun masih luas" Lanjutnya
"Yaaaah, lu parah banget sih, ngga segitunya kali bang" Sorak teman-temanku dari Jakarta.
"eh, tapi ini serius loh, tuh liat SMP itu! Bener dah sekolah gw ngga lebih gede dari itu, cuman kotak doang, lapangan malah penuh ama parkiran motor, istirahat juga males keluar, abisnya sumpek" Sambung temanku dari Depok
"Serius lu? Bukannya sekolah lu yang RSBI itu?!" Dengan kagetnya
"yoo iii.. Yaah begitulah" Jawabnya
Nampaknya mereka yang dari Ibu Kota sana senang sekali melihat luasnya tanah ini. Membuat bernapas segar berada di tempat ini, loh? emang disana?
Yaa, Ibu Kota panas bukan lagi panas karena cuaca, polusi yang menyebar membuatnya menjadi panas tak karuan. Lahan hijau indah jarang lagi ditemukan. Setelah pelatihan-pelatihan di Universitas yang membuat semangat kembali menggelora. Inilah saatnya mahasiswa yang mengatasi segala keganjalan yang ada di masyakat, ya Negara Indonesia. Bukan hanya duduk dan pulang, kepekaan sangat diperlukan bagi kita semua. Semangaaat!!!
Awal kuliah mulai di esok hari, semangat !! Semoga kita menjadi orang-orang yang senantiasa berpengaruh bagi Bangsa dan Negara :)
Teman-teman baru, suasana baru, bahasa dan budaya bebbeda-beda, begitupun menjadi keluarga baru di Universitas rasanya membuat kita selalu ingin dan mengenal tentang hal yang baru. Saling tukar cerita, tukar bahasa, tukar pengalaman.
"ini tempat getuk goreng nih, kalo belum beli ndak afdol nyampe Purwokerto. Nah kalo kesana tuh, belok ke Banjar, kalo kesana ke Kebumen" bincang temanku, dengan logatnya yang "ngapak" saat menuju Purbalingga. Nampaknya ia sangat kenal dengan Purwokerto dan sekitarnya.
"nah itu sawah ya mba, mas yang orang Jakarta, takutnya jarang liat sawah hehe, lahan pun masih luas" Lanjutnya
"Yaaaah, lu parah banget sih, ngga segitunya kali bang" Sorak teman-temanku dari Jakarta.
"eh, tapi ini serius loh, tuh liat SMP itu! Bener dah sekolah gw ngga lebih gede dari itu, cuman kotak doang, lapangan malah penuh ama parkiran motor, istirahat juga males keluar, abisnya sumpek" Sambung temanku dari Depok
"Serius lu? Bukannya sekolah lu yang RSBI itu?!" Dengan kagetnya
"yoo iii.. Yaah begitulah" Jawabnya
Nampaknya mereka yang dari Ibu Kota sana senang sekali melihat luasnya tanah ini. Membuat bernapas segar berada di tempat ini, loh? emang disana?
Yaa, Ibu Kota panas bukan lagi panas karena cuaca, polusi yang menyebar membuatnya menjadi panas tak karuan. Lahan hijau indah jarang lagi ditemukan. Setelah pelatihan-pelatihan di Universitas yang membuat semangat kembali menggelora. Inilah saatnya mahasiswa yang mengatasi segala keganjalan yang ada di masyakat, ya Negara Indonesia. Bukan hanya duduk dan pulang, kepekaan sangat diperlukan bagi kita semua. Semangaaat!!!
Awal kuliah mulai di esok hari, semangat !! Semoga kita menjadi orang-orang yang senantiasa berpengaruh bagi Bangsa dan Negara :)
Rabu, 05 September 2012
Metafora Kehidupan
Hari itu adalah hari dimana menjadi awal dari segala pola
kehidupan baru. Jiwa kemandirian perlu dimiliki dalam setiap jiwa agen
of change ini. Terkadang perjalanan hidup memang tak sesuai dengan apa
yang kita inginkan, tapi Sang Maha Kuasa mengetahui apa yang kita
butuhkan. Dan berproses menjadi lebih baik itu adalah satu kunci untuk
membawa keadaan indah.
Seraya berada di perantauan, hingga satu hari telah berjalan kegiatan di perguruan tinggi, kebutuhan yang menjadi keinginan belum lantas dirasakan. Padahal awal dari melangkahkan kaki ini harus dengan semangat dan gairah dari diri kita sendiri, tapi entahlah terkadang diri ini masih egois dan hati ini tetap saja menolak dengan keadaan. Gelar bodoh kufur nikmat sepertinya hingga berada pada diri ini.
Putus asa sempat akan menjadi pilihan. Hingga malam itu air mata tak henti menetes. Tapi Sang Maha Kuasa berkehendak lain. Hari kedua semua mahasiswa memasuki tempat spesial di salah satu perguruan tinggi ternama di Indonesia, dimana tempat event- event penting dilalsanakan disana. Hingga termasuk moment sangat penting pula dalam penerimaan ini, karena bertepat di auditorium itu.
Seraya berada di perantauan, hingga satu hari telah berjalan kegiatan di perguruan tinggi, kebutuhan yang menjadi keinginan belum lantas dirasakan. Padahal awal dari melangkahkan kaki ini harus dengan semangat dan gairah dari diri kita sendiri, tapi entahlah terkadang diri ini masih egois dan hati ini tetap saja menolak dengan keadaan. Gelar bodoh kufur nikmat sepertinya hingga berada pada diri ini.
Putus asa sempat akan menjadi pilihan. Hingga malam itu air mata tak henti menetes. Tapi Sang Maha Kuasa berkehendak lain. Hari kedua semua mahasiswa memasuki tempat spesial di salah satu perguruan tinggi ternama di Indonesia, dimana tempat event- event penting dilalsanakan disana. Hingga termasuk moment sangat penting pula dalam penerimaan ini, karena bertepat di auditorium itu.
Ospek Unsoed
Tema : PERAN
DAN FUNGSI MAHASISWA DALAM MENJAGA KEDAULATAN BANGSA DAN NEGARA DALAM BIDANG
RISET DAN TEKNOLOGI
Riset secara bahasa berasal dari kata research yakni pencarian kembali, secara pemahaman penulis, riset adalah penelitian suatu fakta ilmiah secara sistematis sehingga mendapatkan apa yang menjadi tujuan dari riset itu sendiri, yakni meningkatkan, memodifikasi suatu fakta menjadi lebih akurat. Teknologi adalah seluruh ide, pemikiran, metode, teknik, maupun benda atau tak benda yang sangat mendukung era moderinasisi, dibuat oleh manusia dan pengaruhnya melebihi pengaruh keputusan presiden sekalipun. Ini pengertian yang dapat penulis simpulkan dari berbagai macam sumber.
PRODUKTIVITAS SANGAT MENDUKUNG KEMAJUAN NEGARA
Riset secara bahasa berasal dari kata research yakni pencarian kembali, secara pemahaman penulis, riset adalah penelitian suatu fakta ilmiah secara sistematis sehingga mendapatkan apa yang menjadi tujuan dari riset itu sendiri, yakni meningkatkan, memodifikasi suatu fakta menjadi lebih akurat. Teknologi adalah seluruh ide, pemikiran, metode, teknik, maupun benda atau tak benda yang sangat mendukung era moderinasisi, dibuat oleh manusia dan pengaruhnya melebihi pengaruh keputusan presiden sekalipun. Ini pengertian yang dapat penulis simpulkan dari berbagai macam sumber.
Mahasiswa adalah mereka
sang pembawa perubahan, ya mahasiswalah agent of change bangsa kita ini.
Berawal dari zaman Orde Baru, nama Mahasiswa menjadi sangat berarti di mata
Indonesia. Karena mahasiswa sifatnya independen tidak terikat apapun, maka
mereka pun bebas bersuara, beraksi terhadap pemerintahan. Maka dari itu masa
depan bangsa kita ini sebagian besar ada pada mahasiswa. Ketika mahasiswa tak
ada konstribusi bagi Negara, maka tetaplah Negara ini jalan di tempat. Dan
ketika kontstribusi mahasiswa muncul bagi Negara, kemajuan pun akan sangat
berdampak bagi bangsa dan Negara.
Dewasa kini, di tengah
moderenisasi yang telah menjadi jargon setiap diri manusia dan di era
globalisasi yang tak dapat kita rem, riset dan teknologi menjadi suatu hal yang
sangat urgen. Mengapa? Karena hampir seluruh kegiatan sekarang ini di dukung
oleh teknologi. Apa jadinya ketika kita tidak bisa menggunakan teknologi, ya
salah satunya kita akan tetap jalan di tempat sebagai Negara berkembang. Karena
Negara maju mayoritas mereka adalah Negara yang teknologinya pun maju.
Apa yang menjadi
keterkaitan Mahasiswa dengan riset dan teknologi yang harus berperan penting
dalam kemajuan bangsa dan Negara? Tentulah hal ini berawal dari diri kita
sendiri yang harus menjadi mahasiswa yang berkualitas dalam setiap bidangnya. Mengapa?
Kemajuan bangsa kita ini berada di tangan kita yang masih muda, yang dapat
memunculkan ide-ide yang lebih berkualiatas, sehingga menyongsong kemajuan
bangsa dan Negara. Tanpa menjadi mahasiswa yang berkualitas, tak akan ada peran
ataupun fungsi terhadap bangsa dan Negara, lantas ia hanya menjadi sampah yang
mengatasnamakan mahasiswa saja. Karena globalisasi ini sangat terkait dengan
teknologi, maka ketika kita dihadapkan dengan era globalisasi, kita harus siap
berhadapan dengan teknologi yang mempunyai pengaruh besar terhadap bangsa dan
Negara. Teknologi akan menjadi raja hutan yang mengamuk ketika kita tidak tepat
dalam menggunakannya, yakni bukan manfaat yang dapat kita ambil, dan ketika
kita dapat memanfaatkannya dengan baik, teknologi akan menjadi bunga melati
yang semerbak harumnya meresap ke dalam rongga-rongga hidung, yakni ia akan
menjadi manfaat dan berkembang menjadi pengaruh besar umumnya bagi Bangsa ini.
Maka dari itu peran mahasiswa sangatlah penting dalam meriset terkait hal ini.
Banyak hal yang perlu
kita pikirkan dan benahi bersama. Dengan maraknya teknologi saat ini, kenapa
mayoritas dari kita warga Indonesia hanya menjadi orang-orang yang konsumtif
saja, tidak lantas menjadi orang-orang yang produktif sehingga dapat
menyongsong untuk kemajuan bangsa dan Negara. Riset inilah yang idealnya perlu
kita lakukan agar kita dapatkan hasil penelitian dan kemudian kita ciptakan
sesuatu yang lebih bermanfaat dan edukatif, sehingga warga Indonesia tidak
hanya menjadi orang-orang yang konsumtif, tidak
hanya dibodohi oleh teknologi, tapi kita harus merasa ‘bodoh’ akan teknologi,
sehingga munculah rasa keingintahuan yang tinggi dan dapat menciptakan sesuatu
yang lebih bermanfaat. Ya, inilah salah satu contoh sikaf produktif yang dari tadi terus-terusan
penulis bahas. Nah, disinilah peran penting Mahasiswa yang memang berada di
bidangnya untuk menjadi penggerak bangsa agar dibawa kepada hal yang lebih
bermanfaat.
Mengapa sekarang kita
terus-terusan berada pada jajaran Negara berkembang? Karena sebagian besar
Negara maju adalah mereka yang teknologinya sangat maju dan tentunya mereka
produktif. Maka dari itu peran mahasiswa sangatlah penting dalam merangka
memajukan riset dan teknologi bangsa Indonesia. Tanpa niat atau tekad yang
kuat, sungguh beban berat terpikul di pundak mahasiswa, karena tanggung jawab
besar yang harus dijalankan demi menyongsong kemajuan bangsa dan Negara kita
ini. Maka dari itu mari kita tekadkan dalam hati demi menjadi mahasiswa yang berkualitas.
Selamat berkarya!!
Created By :
Halida Rahmi Luthfianti
Halida Rahmi Luthfianti
Fakultas Sains dan Teknik/ Jurusan MIPA/Fisika
Kelompok 10 OSPEK UNSOED
Kelompok 10 OSPEK UNSOED
Sabtu, 18 Agustus 2012
"Ramadhan memang ajaib"
Hari suci yang bersandingan dengan hari kemerdekaan menjadi satu paduan semangat yang luar biasa. Jika kemarin ramai dengan semangat merdeka, malam ini pun tak kalah semangatnya akan takbir yang ramai berkumandang.
Jika bulan Ramadhan merupakan ajang Pelatihan atau Training, maka 11 bulan kedepan adalah follow up atau tindak lanjutnya. Tanpa follow up sertifikat kelulusan tidak akan didapat. So, mau lulus??!! makanya follow up dulu dong :)
Satu bulan Ramadhan telah berlalu. Ramadhan bukan satu ajang untuk berlaga musim-musiman. Bukan pula seperti halnya mereka yang mengikuti trendnya zaman ini. Ya, hingga saat bulan Ramadhan, semua ikut bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya, pengajian yang takkan pernah tertinggal siar di setiap channelnya, tapi terkadang aku merasakan kemirisan yang dalam, apakah tanggung jawab dan kesolehannya pun hanya mengikuti trend center saja? Lantas, setelah Ramadhan berakhir, mata menjadi kasat akan keindahan yang ditemukan di Bulan Ramadhan. Kalau kata Ustadz Felix "tapi Ramadhan memang ajaib, ia mampu membuat perubahan 180 derajat. Sayangnya setelah Ramadhan banyak yang kembali bejad, ini pula yang sebabkan luka tak terperih bagai disulit api, perubahan di mata ternyata belum sampai ke akar hati". Dan aku selalu berharap setelah satu bulan Ramadhan ini tidak lantas semuanya berubah menjadi kembali tak patuhi aturan-aturan-Nya.
Jika bulan Ramadhan merupakan ajang Pelatihan atau Training, maka 11 bulan kedepan adalah follow up atau tindak lanjutnya. Tanpa follow up sertifikat kelulusan tidak akan didapat. So, mau lulus??!! makanya follow up dulu dong :)
Satu bulan Ramadhan telah berlalu. Ramadhan bukan satu ajang untuk berlaga musim-musiman. Bukan pula seperti halnya mereka yang mengikuti trendnya zaman ini. Ya, hingga saat bulan Ramadhan, semua ikut bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya, pengajian yang takkan pernah tertinggal siar di setiap channelnya, tapi terkadang aku merasakan kemirisan yang dalam, apakah tanggung jawab dan kesolehannya pun hanya mengikuti trend center saja? Lantas, setelah Ramadhan berakhir, mata menjadi kasat akan keindahan yang ditemukan di Bulan Ramadhan. Kalau kata Ustadz Felix "tapi Ramadhan memang ajaib, ia mampu membuat perubahan 180 derajat. Sayangnya setelah Ramadhan banyak yang kembali bejad, ini pula yang sebabkan luka tak terperih bagai disulit api, perubahan di mata ternyata belum sampai ke akar hati". Dan aku selalu berharap setelah satu bulan Ramadhan ini tidak lantas semuanya berubah menjadi kembali tak patuhi aturan-aturan-Nya.
Ya, menilai orang itu memang tak se sulit menilai diri. Mengenali atau menilai diri sendiri yang harus diutamakan justru malah lebih sulit. Tapi sesulit apapun usahanya, selalu berusaha untuk menjadi yang lebih baik bagi yang ingin mengharapkan Ridha-Nya. Karena Allah telah berfirman, bahwa Dia membenci orang yang berbicara tanpa mirip dengan perlakuannya.
Terselif khilaf dalam tawa, terbesit luka dalam canda, terjatuh dosa dalam kata. Aku hanya insan seperti kalian yang tetap ingin berusaha untuk menjadi lebih baik. Di hari yang fitri ini adalah moment yang pas untuk saling fitrikan diri.
Taqabbalallahu mina wa minkum syiyamana wa syiyamakum..
Mohon maaf lahir dan bathin..
Happy eid mubarak :)
Langganan:
Postingan (Atom)


