Beranda

Followers

Senin, 23 November 2015

UNSOED FAIR 2015 : Hasil Prestasi dan Kreativitas Mahasiswa Tumbuhkan Nalar Inovatif Mahasiswa

UNSOED FAIR 2015 : Hasil Prestasi dan Kreativitas Mahasiswa Tumbuhkan Nalar Inovatif Mahasiswa
(22/11/15) Karya inovatif mahasiswa bukan hanya akan mengembangkan diri mahasiswa itu sendiri, namun juga memberikan manfaat bagi kemajuan peradaban dan kepentingan bangsa kita dalam mensejahterakan bangsa. Selain pengembangan diri secara ilmiah dan akademis. Mahasiswa pun harus senantiasa mengembangkan kemampuan dirinya dalam hal softskill dan kedewasaan diri dalam menyelesaikan segala masalah yang ada. Mahasiswa harus mengembangkan pola pikir yang kritis terhadap segala fenomena yang ada dan mengkajinya secara keilmuan.
Zaman yang terus berubah merupakan salah satu tantangan besar bagi mahasiswa, Sehingga Mahasiswa sebagai kaum intelektual tentu dituntut untuk memiliki nalar inovatif yang tajam. Nalar inovatif tidak akan muncul jika tidak terbiasa mengikuti perkembangan inovasi yang sedang berkembang. Tentu inovasi ini dituntut untuk berguna bagi masyarakat pada umumnya termasuk masyarakat akademisi dan masyarakat umum.
Salah satu stand yang digelar pada pameran produk unggulan UNSOED Fair terdapat karya inovatif mahasiswa yakni di satnd Biro Akademik dan Kemahasiswaan. Karya yang ditampilkan merupakan karya mahasiswa yang telah menjuarai kompetisi di tingkat Jateng-DIY dan Kontingen PIMNAS-28 UNSOED yang mendapatkan Emas dan Perak di UHO Kendari.
Pameran produk unggulan hasil kreativitas mahasiswa menarik diskusi mahasiswa-mahasiswa lainnya. Bahkan tak jarang memunculkan ide pengembangan selanjutnya dari hasil diskusi yang dilakukan. Salah satu pameran produk yang ada pada stand ini adalah prototype pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL) menggunakan turbin savonius termodifikasi “untuk selanjutnya prototype PLTAL ini bisa dikembangkan dengan menambahkan kapasitor sebelum disambungkan ke lampu agar daya yang didapat lebih optimal” ujar mahasiswa teknik elektro yang sedang banyak mengkaji tentang daya lampu.
Begitupun mahasiswa-mahasiswa lainnya yang hendak berdiskusi dengan beberapa karya yang ditampilkan pada pameran produk unggulan UNSOED Fair 2015 ini.
Maju Terus Pantang Menyerah!
(HLD)


Minggu, 22 November 2015

Hasil Kreativitas Mahasiswa di Stand Akademik dan Biro Kemahasiswaan Menarik Banyak Pengunjung

Hasil Kreativitas Mahasiswa di Stand Akademik dan Biro Kemahasiswaan Menarik Banyak Pengunjung

(21/11/15) Sabtu, 21 November 2015 merupakan hari pertama UNSOED FAIR, yang diawali pagi hari dengan pembukaan, dan dilanjutkan dengan festival marawis se-Banyumas, cos play competition, hijab glamourist show dan pameran stand produk unggulan. Hari Pertama UNSOED FAIR ini ramai pengunjung tidak hanya dari kalangan mahasiswa. Begitupun dengan stand Biro Akademik dan Kemahasiswaan UNSOED. Stand ini merupakan hasil prestasi dan kreativitas dari mahasiswa UNSOED. Yakni terdiri dari minat penalaran dan entrepreneur. Stand yang mebidangi minat penalaran memiliki tema “Kreativitas dan prestasi meningkatkan kompetensi mahasiswa” merupakan mahsiswa yang memiliki prestasi inovatif tingkat Jateng DIY di bidang robot dan Kontingen PIMNAS-28 UNSOED yang meraih emas dan perak pada ajang bergengsi tersebut. Sedangkan stand minat entrepreneur yang memiliki tema “Melalui Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) menjadi mahasiswa mandiri” merupakan usaha kreatif mahasiswa yang lolos didanai oleh UNSOED .
Pengunjung yang mengunjungi stand ini tidak hanya mahasiswa yang hendak diskusi, sharing, akan tetapi Dosen dan masyarakat umum pun tertarik dengan hasil kreativitas mahasiswa ini, sehingga banyak diskusi, sharing, bahkan tertarik untuk bekerja sama untuk mengembangkan di masyarakay umum.
“Budidaya cacing ini hal hal yang bagus dilakukan saat ini, nanti saya coba hubungi kontak yang ada di brosur. Lanjutkan prestasi dan kreativitasmu, jangan berhenti sampai disini. Masyarakat menunggumu” Ujar salah satu dosen Fakultas Peternakan yang berkunjung ke stand.
Maju Terus Pantang Menyerah!
(HLD)

Kontingen PIMNAS-28 UNSOED Hadir di Pameran Produk Unggulan UNSOED FAIR 2015


Kontingen PIMNAS-28 UNSOED Hadir di Pameran Produk Unggulan UNSOED FAIR 2015
(20/11/2015) Dalam rangka rangkaian acara Dies Natalis UNSOED ke-52 Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mengadakan UNSOED FAIR 2015 yang digelar di Graha Widyatama Unsoed, yang berlangsung dari hari Sabtu sampai Senin, mulai tanggal 21 sampai 23 November 2015. Dalam memeriahkan acara UNSOED FAIR 2015 dihadirkan pameran-pameran produk unggulan. Hampir lebih dari 150 stand produk-produk unggulan seperti Stand Kuliner, Otomotif, Arkeologi serta masih banyak lainnya. Unsoed sebagai penyelenggara acara juga menampilkan karya-karya inovasi dan teknologi yang telah dihasilkan. Salah satu karya inovasi tersebut adalah hasil karya inovasi mahasiswa yang telah bersaing di ajang bergengsi PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional) ke 28 di UHO Kendari.
Tempat pameran produk ini dibagi beberapa zona di sekitar Graha Widyatama UNSOED. Kontingen PIMNAS-28 UNSOED ini berada pada stand Biro Kemahasiswaan UNSOED di zona B, tepatnya stand B15. Kontingen PIMNAS-28 UNSOED ini terdiri dari beberapa jurusan dan bidang inovasi yang berbeda-beda, yakni dari Fakultas MIPA, Fakultas Pertanian dan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Pada Kompetisi PIMNAS-28 di Kendari ada dua kategori yang dikompetisikan, yakni presentas dan poster. Kontingen PIMNAS-28 UNSOED telah meraih Emas dan Perak pada ajang PIMNAS-28 di UHO Kendari.
Persiapan pameran produk UNSOED FAIR 2015 dilakukan pada hari Jum’at (20/11), yakni dengan mendekorasi stand dengan karya-karya ilmiah alat peraga, produk, poster, banner, leaflet, buku panduan dan video. “Kami berusaha mempersiapkan dengan ekstra hingga larut malam. Seperti layaknya persiapan pameran poster pada PIMNAS-28 di UHO Kendari” Ujar Budi salah satu Ketua Tim PKM-Karsa Cipta, yang membuat inovasi terbaru Turbin Savonius.
PIMNAS tidak hanya sebagai ajang kompetisi, akan tetapi sebagai tempat belajar, berdiskusi, mengeksplor ilmu seluas-luasnya bersama mahsiswa yang memiliki kreatifitas yang luar biasa. “Maka harapan kami pameran produk di UNSOED FAIR 2015 ini jauh lebih baik dari pada saat penampilan di PIMNAS-28” ujar Lusi salah satu anggota Tim yang memborong emas dan perak sekaligus.
Maju Terus Pantang Menyerah!
(HLD)

Jumat, 16 Oktober 2015

PIMNAS Ke-28, UHO Kendari Sulawesi Tenggara

Themesong PIMNAS

Bersama mahasiswa Indonesia berkarya
Kau sinari persada dengan cahaya ilmumu
Kedepanlah satu panggilan baktimu
junjung tinggi semangat kesatriamu

Mahasiswa mutiara pertiwi
Di pundakmu jiwa seluruh bangsamu
Goresan pena inovasimu mandirikan seluruh rakyat
Cerdaskan bangsamu dengan PIMNAS

Seminggu tuk selama-lamanya









Terimakasih atas semua pihak yang sudah mengantarkan kami ke tempat yang semakin menyadarkan begitu luasnya ilmu pengetahuan. Bertemu dengan orang-orang dengan karya-karya hebatnya, diskusi, bertukar ide. Ah, ternyata Masih jauh dari sekedar "bolak balik" kampus dan "beraktivitas" selama 3 tahun lebih ini.. 

Selanjutnya terimakasih atas semua pihak yang telah mendukung dan mendoakan atas kelancaran dan keselamatan kami. Tiada kebaikan yang sia-sia (do'a), semoga segala kebaikan dibalas dengan kebaikan yang lebih dari Alloh..

Terimakasih pula atas satu pekan bersama kawan-kawan LO UHO, mulai mendampingi pembukaan, kompetisi hingga mengantarkan kami ke pulau Bokori. Indahnya pulau bokori menyadarkan kita bahwa selain teori Continental Drift yang menjadikan terbentuknya pulau indah ini, lebih jauh lagi, proses penciptaan alam semesta tak lepas dari campur tangan Tuhan. 

Pada akhirnya PIMNAS bukan sekedar emas/perak/perunggu. Lebih dari itu, tentang menguatkan spirit keilmuan, spirit QS Ali Imron : 190-191. 

Mari berilmu, beramal = beriman! :)

"Seminggu tuk selama-lamaya" #themesong

Selengkapnya cek di ==> PIMNAS 28, UHO, Kendari, SULTRA

Rabu, 16 September 2015

Karena langkah terbaik adalah langkah yang berdasar, APAPUN !

Dalam riwayat Tirmidzi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda :
“Tinggalkan perkara yang meragukanmu menuju kepada perkara yang tidak meragukanmu. Karena kejujuran itu adalah ketenangan di hati sedangkan kedustaan itu adalah keraguan”.

Hadits di atas menunjukkan bahwa apapun yang dilakukan, sejatinya tidak berada dalam keraguan, dan memiliki dasar adalah cara terbaik untuk menyingkirkan keragu-raguan dan meneguhkan keyakinan.

Bagi sebagian warga Indonesia, perbedaan penentuan awal bulan sudah menjadi hal yang lumrah. Akan tetapi perbedaan kali ini lebih berpeluang memunculkan keraguan, karena pelaksanaan yang dilakukan wukuf di Mekah dan tanggal 9 arafah 1436 di Indonesia berbeda, sehingga dapat dipastikan Idul 'Adhanya pun berbeda. Sehingga kapan Shaum arafah? sedangkan wukuf dilakukan tanggal 23 September 2015, dan tanggal 09 Arafah 1436 keputusan Muhammadiyah 22 September 2015. 

Muhammadiyah menggunakan metode wujudul hilal dalam melakukan penentuan awal bulan. Maka tangal 1 dzulhijjah 1436 H adalah tanggal 14 Sept 2015, tinggi hilal hakiki 0 derajat 35 menit 40 detik, dan ini jelas hilal tidak akan terlihat oleh mata telanjang. Dengan menggunakan perhitungan ini, sudah dapat dipastikan waktu shaum arafah dan Idul Adha di Indonesia, bukan atas dasar keputusan Arab Saudi. Akan tetapi Selama ini banyak orang beranggapan bahwa perbedaan pelaksanaan hari raya atau Ramadhan Muhammadiyah dengan pemerintah, sedikit melegakan keraguan karena bersamaan dengan Mekah. Akan tetapi dasar Muhammadiyah dalam menentukan hari raya, Ramadhan, awal bulan BUKAN atas dasar hal itu.

Maka inilah penjelasan lengkap dari Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, semoga membantu meneguhkan keyakinan dan menyingkirkan keragu-raguan..








BC : Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Assalaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.
Pada malam Senin 13 September 2015, Kemenag melalui Dirjen BIMAS Islam menyampaikan hasil sidang itsbat sebagai hasil dari penggunaan metode Imaknur Ru'yat terkait dengan penentuan Hari Arofah dan Hari Raya Idul Adha.  Pemerintah memutuskan bahwa  tanggal 1 Dzulhijjah 1436 H jatuh pada Hari Selasa 15 September 2015. Sehingga Hari Arofah (9 Dzhulhijjah 1436 H) jatuh pada hari Rabu tanggal 23 September 2015 dan Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah 1436 H)  jatuh pada Hari Kamis 24 September 2015.
Sementara Muhammadiyah dengan metode Wujudul Hilal sudah menetapkan jauh sebelumnya bahwa tanggal 1 Dzulhijjah 1436 H jatuh pada Hari Senin 14 September 2015 sehingga Hari Arofah (9 Dzhulhijjah 1436 H) jatuh pada Hari Selasa tanggal 22 September 2015 dan Idul Adha (10 Dzulhijjah 1436 H)  jatuh pada hari Rabu 24 September 2015.
Adapun pemerintah Arab Saudi menurut informasi juga menetapkan bahwa tanggal 1 Dzulhijjah 1436 H jatuh pada Hari Selasa 15 September 2015 sehingga Hari Arofah (9 Dzhulhijjah 1436 H) jatuh pada Hari Rabu tanggal 23 September 2015 dan Idul Adha (10 Dzulhijjah 1436 H)  jatuh pada hari Kamis 24 September 2015.

Keputusan pemerintah Arab Saudi terkait dengan Hari Arofah (9 Dzhulhijjah 1436 H) jatuh pada hari Rabu tanggal 23 September 2015 dan Idul Adha (10 Dzulhijjah 1436 H)  jatuh pada hari Kamis 24 september 2015 yang berbeda dengan jadwal perjalan haji yang sudah dirilis oleh Kemenag dimana dicantumkan bahwa Wukuf di Arofah jatuh pada Hari Selasa tanggal 22 September 2015 dan Idul Adha (10 Dzulhijjah 1436 H)  jatuh pada hari Rabu 23 September 2015 mungkin sedikit membuat ragu beberapa Warga Muhammadiyah dan Simpatisan Muhammadiyah.

Untuk itu perlu dijelaskan kepada Warga Muhammadiyah dan Simpatisan Muhammadiyah meskipun keputusan Muhammadiyah terkait dengan penetapan tanggal 1 Dzulhijjah 1436 H, Hari Arofah dan Hari Idul Adha berbeda dengan Pemerintah dan bahkan juga berbeda dengan Pemerintah Arab Saudi, bahwa keputusan itu benar adanya berdasarkan metode Hisab Wujudul Hilal yang dipedomani Organisasi Muhammadiyah.  Penjelasan tersebut diberikan agar mereka tidak merasa ragu ketika melaksanakan puasa Arofah pada Hari Selasa 22 September 2015 dan Sholat Idul Adha pada Hari Rabu 23 September 2015.

Apakah Puasa Arafah  harus dikerjakan bersamaan dengan jama'ah haji yang sedang berwukuf? 

ﺻِﻴَﺎﻡُ ﻳَﻮْﻡِ ﻋَﺮَﻓَﺔَ ﺃَﺣْﺘَﺴِﺐُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠﻪِ ﺃَﻥْ ﻳُﻜَﻔِّﺮَ ﺍﻟﺴَّﻨَﺔَ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﻗَﺒْﻠَﻪُ ﻭَﺍﻟﺴَّﻨَﺔَ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﺑَﻌْﺪَﻩُ
"Puasa Hari Arofah aku berharap kepada Allah agar menjadi penebus (dosa) setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya" (HR Muslim no 197)

Kalangan ulama berbeda pendapat terkait dengan makna kalimat ﺻِﻴَﺎﻡُ ﻳَﻮْﻡِ ﻋَﺮَﻓَﺔَ "Puasa Hari Arofah.....".

Pendapat pertama mengatakan bahwa Puasa Arafah adalah puasa yang dilaksanakan bersamaan dengan wukufnya para jama'ah haji di padang Arafah. 

Pendapat Kedua menyatakan bahwa Puasa Arafah adalah puasa yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah sesuai dengan kalender bulan Dzulhijjah pada masing-masing wilayah. 

Masalah tersebut adalah masalah Khilafiyah Fiqhiyah, sehingga dibutuhkan adanya kelapangan dada untuk tetap legowo dalam menghadapi permasalahan seperti ini, tidak perlu ngotot apalagi menuduh orang yang berbeda pendapat dengan tuduhan yang tidak-tidak. 
Kita hadapi permasalahan tersebut  dengan saling berlapang dada. Karena apabila setiap permasalahan Khilafiyah Fiqhiyah kita ngotot, maka kita akan selalu ribut.

Permasalah tersebut pada dasarnya berangkat dari dasar yang sama, hanya berbeda dalam memahami teksnya saja. 
Apabila jika pada saat itu Nabi Muhammad SAW dalam hadits tersebut diatas tadi bersabda : "Berpuasalah Arafah kalian ketika Jama'ah Haji Wukuf di Arafah", tentu tidak akan muncul persoalan seperti ini. Akan tetapi karena sabda hadist Nabi Muhammad SAW tidak berbunyi seperti itu tentunya. Karena pada kenyataannya Nabi Muhammad SAW bersabda ﺻِﻴَﺎﻡُ ﻳَﻮْﻡِ ﻋَﺮَﻓَﺔَ "Berpuasalah pada hari Arofah...", maka muncullah perbedaan dalam memahami sabda Rasulullah SAW tersebut, apakah yang dimaksud adalah "Hari dimana para Jama'ah Haji sedang melakukan Wukuf di Arafah" ataukah yang dimaksud adalah " Pada tanggal 9 Dzulhijjah, yang dinamakan dengan hari Arafah".

Organisasi Muhammadiyah dalam hal ini memahami bahwa Puasa Arafah adalah puasa yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah sesuai dengan kalender bulan Dzulhijjah di wilayah Indonesia sesuai dengan hasil perhitungan metode Hisab Wujudul Hilal. 
Oleh karena itu, puasa Arafahnya tidak harus bersamaan dengan para Jama'ah Haji yang sedang Berwukuf di Arafah. 
Hal itu ketika terjadi perbedaan hari antara yang ditetapkan oleh Organisasi Muhammadiyah dengan Pemerintah Arab Saudi.

Beberpa argumentasi dapat dikemukakan untuk dapat mendukung pemahaman Organisasi Muhammadiyah tersebut, yaitu : 

PERTAMA : Rasulullah SAW. telah menamakan Puasa Arafah meskipun kaum muslimin belum melaksanakan Haji, bahkan para sahabat telah mengenal puasa Arafah yang jatuh pada 9 Dzulhijjah meskipun kaum Muslimin pada waktu itu belum melasanakan Ibadah Haji.
Dalam riwayat Abu Dawud :
عَنْ هُنَيْدَةَ بْنِ خَالِدٍ عَنْ امْرَأَتِهِ عَنْ بَعْضِ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ تِسْعَ ذِي الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنْ الشَّهْرِ وَالْخَمِيسَ
Dari Hunaidah bin Khalid, dari Istrinya, dari sebagian Istri Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wassallam berkata : "Adalah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam berpuasa pada 9 Dzulhijjah, Hari Asyuro (10 Muharram) dan tiga hari pada setiap bulan" (HR Abu Dawud) 

Hadits di atas menunjukkan bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wassallam terbiasa puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah.

Tatkala mengomentari lafal hadits yang berbunyi :"Orang-orang (yaitu para sahabat) berselisih tentang puasa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam (tatkala di padang Arafah)", Al-Hafiz Ibnu Hajar Rahimatulullah berkata :
"Ini mengisyaratkan bahwasanya puasa hari Arafah adalah perkara yang dikenal di sisi para sahabat, terbiasa mereka lakukan tatkala tidak bersafar. Seakan-akan sahabat yang memastikan bahwasanya Nabi berpuasa bersandar kepada kebiasaan Nabi yang suka beribadah. Dan sahabat yang memastikan bahwa Nabi tidak berpuasa berdalil adanya indikasi Nabi sedang safar" (Fathul Baari 6/268)

Perlu diketahui bahwa Rasulullah SAW hanya berhaji sekali yaitu pada saat Haji wada' dan ternyata Nabi dan para sahabat sudah terbiasa puasa di Hari Arafah meskipun tidak ada dan belum terlaksananya Wukuf di Arafah oleh umat Islam pada saat itu. 
Hal itu menujukan bahwa konsentrasi penamaan puasa Arafah tidak karena adanya orang sedang berwukuf di Arafah, akan tetapi puasa yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah.

KEDUA : Kita bayangkan bagaimana kondisi kaum muslimin sekitar 200 tahun yang lalu, sebelum ditemukannya tehnologi telegraph apalagi telepon. Jika puasa Arafah pada penduduk suatu negeri kaum muslimin, diharuskan sesuai dengan Wukuf di Arafah. Maka bagaimana Puasa Arafah penduduk negeri-negeri yang jauh dari Makkah seperti Indonesia, India, Cina dll?. Pada 200 tahun yang lalu? Demikian juga bagi yang merekan hendak berqurban? Apakah harus menunggu kabar dari Makkah? Dimana yang bisa terjadi kabar tersebut datang berbulan-bulan kemudian.

KETIGA : Jika memang yang ditujukkan adalah menyesuaikan dengan waktu wukufnya para Jama'ah Haji di Arafah (dan bukan tanggal 9 Dzulhijjah berdasarkan masing-masing negeri), bagaimanakah cara berpuasa Arafah kaum muslimin di daerah Sorong Papua? Yang dimana perbedaan waktu antara Makkah dan Sorong adalah 6 jam?

-misalnya- Jika kaum muslimin Sorong harus berpuasa pada hari yang sama dengan waktu Wukuf Jama'ah Haji di Arafah (Apabila merekabberpuasa sejak pagi hari misalnya pada jam 6 pagi WIT) maka di Makkah belum waktu Wukuf pada waktu itu, karena masih jam 12 malam pada saat itu. Dan tatkala di Makkah baru mulai Wukuf jam 12 siang waktu Makkah, maka di Sorong sudah jam 6 maghrib? Lantas bagaimana bisa menyesuaikan puasanya dengan waktu Wukuf?

KEEMPAT : Jika seandainya terjadi malapetaka atau problem besar atau bencana atau peperangan pada waktu itu, sehingga pada suatu tahun tidak ada musim haji sehingga jama'ah haji tidak bisa wukuf di Arafah, atau karena keadaan disana tidak bisa dilaksanakan ibadah haji pada tahun tersebut. Apakah puasa Arafah juga tidak bisa dikerjakan karena tidak ada Wukuf di Arafah?
Maka jawabannya tentu tetap dilaksanakan puasa Arafah meskipun tidak ada yang Wukuf di Arafah. 

Hal ini menunjukkan bahwa puasa Arafah yang dimaksud adalah pada tanggal 9 Dzulhijjah.
Maka barang siapa yang satu Mathla' (Daerah/ Kawasan/ Satu Waktu) dengan Makkah dan tidak melakukan ibadah Haji maka hendaknya ia berpuasa di hari para Jama'ah Haji sedang melakukan Wukuf di padang Arafah, karena pada waktu itu di Makkah sudah tanggal 9 Dzhulhijjah, akan tetapi jika ternyata mathla'nya berbeda (Seperti kaum Muslimin di Sorong) maka ia menyesuaikan tanggal 9 Dzulhijjah dengan kalender di daerah Sorong.

Pada Intinya permasalahan ini adalah permasalahan Khilafiyah Fiqhiyah. Meskipun Organisasi Muhammadiyah lebih condong kepada pendapat yang kedua, yaitu setiap negeri menyesuaikan 9 Dzulhijjah berdasarkan kalender masing-masing negeri, akan tetapi Oraganisasi Muhammadiyah menyadari bahwa yang mengikuti pendapat yang pertama, tentunya juga punya argumentasi yang kuat. 
Permasalahan seperti ini sangatlah tidak pantas untuk dijadikan ajang untuk saling memaksakanv pendapat, apalagi menuding dengan tuduhan kesalahan Manhaj atau kesalahan Aqidah dan sebagainya. 

Semoga Allah mempersatukan kita dalam Ukhuwwah Islamiyah yang akan selalu berusaha untuk dikoyak oleh iblis dan syaitan serta para pengikutnya.  
Semua pendapat bisa dilaksanakan dengan mempunyai sikap setuju dalam perbedaan Khilafiyah Fiqhiyah. Wallaahu A'lam Bishshawab.

Wasalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.
-Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah-

Sabtu, 25 Juli 2015

Hallo Team!


Belajar, Sang Pembelajar dan Sang Maha Pengajar


Reseach Department of HIMAFI 14-15. ReDept Team
Agus-Halida-Wenty-Budi-Almas


Rekayasa Incubator Portable Team
Alga-Halida-Imam-Diyah-Hisyam

Tinggal tawakal, rendah hati. Usaha sudah, gadang di kampus semaleman sudah, gadang di asput semaleman sudah, bolos-bolosan sudah, kere saku pun sudah juga :')

Jika keberhasilan datang di esok hari, tetap rendah hati, tetap berserah diri, karena bersama keberhasilan banyak kesulitan-kesulitan lainnya. Maka tak ada alasan untuk membuat diri menjadi sombong. Semakin tumbuh pohon semakin kencang angin menerpa. Jika tidak kokoh, tentu tak lama lagi rapuhlah keberhasilan yang didapat menjadi keping-keping kegagalan! (jelas janji Alloh dalam QS. Ibrahim : 7 dan QS As-Shof : 4). Tetap rendah hati, tetap erat! Terus belajar, terus beribadah!

Jika kegagalan datang di esok hari, pun tetap rendah hati. Bersama kegagalan terdapat keberhasilan-keberhasilan lainnya (jelas janji Alloh dalam QS Al-Insyiroh : 5-6). Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Tertunda untuk mempersiapkan setiap diri untuk semakin kuat atas angin yang akan kencang menerpa. Sehingga kegagalan akan menjadi akar-akar kuat penopang keberhasilan yang akan terus tumbuh kokoh menjadi tebaran keberhasilan-keberhasilan lainnya. Maka tak ada alasan untuk berhenti disini, cari celah pelajaran dalam setiap perjalanan keggagalan. Terus belajar, terus beribadah!

Terimakasih atas segala ikhtiar, Mohon maaf jika harus banyak bersabar atas perjalanan yang kadang tak berdasar. Semoga kebaikan terus mengakar, kebathilan biarkan terkapar dalam dasar.
Mari terus belajar, tanpa lupakan Tuhan Sang Maha Pengajar.

Thanks Team!!

:')



Selepas melengkapi berkas penelitian terakhir PKM DIKTI 00.47
Purwokerto, 26 Juli 2015


Halida Rahmi Luthfianti

Menebar semangat Al-Insyiroh

--Selang menyelesaikan laporan akhir PKM--

Pagi tadi masih suasana Hari Raya, akan tetapi sebagian mahasiswa sudah banyak yang berkeliaran di sekitar kampus. KKN menjadi tema paling top di tengah liburan para mahasiswa (otw) tingkat akhir, termasuk saya. Persiapan kelompok dan tak lupa dengan persiapan individu yang sudah mulai disiapkan beberapa hari setelah lebaran, hal tersebut membuat sepinya suasana Kota Perantauan dikala liburan berbeda. 

Begitupu salah satu teman kost yang sudah mulai mempersiapkan barang pribadinya. Tas kecil miliknya ternyata belum cukup untuk menyimpan barang bawaanya. Akhirnya ia memutuskan untuk meminjam tas yang lebih besar, sambil bersilaturahmi dengan saudaranya yang juga dosen di salah satu fakultas Universitas tempat saya kuliah, UNSOED. Ia menyebutnya Pakde. Persiapan KKN ini mempertemukan kami pada silaturahmi pagi tadi. Obrolan singkat kami terus mengalir, dan ternyata beliau adalah kakak tingat yang tak jauh dengan ayah dan ibu sewaktu kuliah “oh A (sebutlah nama ibu saya) yang orang tasik dan B (sebutlah nama ibu saya) yang orang Majalengka itu, kalo ayahmu saya lebih faham”, lanjut berbincang hingga menanyakan pekerjaan orang tua, domisili, kaka adik, dan obrolan santai ini sampai pada jawaban saya “ayah sudah tidak ada”.

Begitupun dengan teman yang pagi ini meminta antar bersilaturahmi, baru genap 12 hari yang lalu, tepat sebelum lebaran ayahnya pun dipanggil oleh yang Maha Kuasa. Kesedihannya masih sangat dirasakan, ikhlas masih hanya terucap di mulut. Hati masih engggan menerima. Ya, tepat seperti 4 tahun yang lalu. Sepulang bersilaturahmi kami hendak sedikit berbincang, untuk saling menguatkan, saling mengingatkan.

Fa inna ma'al 'usri yusro. Inna ma'al 'usri yusro "Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan" QS. Al Insyiroh : 5-6
Alloh tak akan ingkar janji.  THE POWER OF Al-Insyiroh, setelah kesulitan ada kemudahan = setelah kesedihan ada kebahagiaan (kesuksesan). Bahkan hingga dua kali Alloh menekankan kalimat tersebut. Maka tidak cukup menunggu untuk mendapatkan kesuksesan berharga itu, petunjuk Alloh sudah jelas pada QS al-insyiroh, tinggal bagaimana kita dapat menjaga semangat, keistiqomahan ikhtiar dalam menjemput kesuksesan tersebut. "Saya tunggu kesuksesan apa yang akan kamu peroleh setelah 'kesedihan' ini" saling melontar kalimat untuk saling menguatkan.

"Kullu nafsin dzaaiqotul maut" Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati (ali imron : 185)
 Semua manusia pada hakikatnya akan meninggal dunia, jika penjaga parkir ramai motor berdatangan untuk parkir disana, maka tukang parkir bertanggung jawab atas motornya, dan ia harus rela jika motor yang begitu banyak satu persatu diambil oleh pemiliknya. Begitupun dengan manusia termasuk segala ciptaan Alloh. Kita ini hanya sebatas titipan Alloh yang harus bertanggung jawab saling menjaga, saling merawat, saling menyayangi, jika suatu hari 'pemilik' mengambil, maka 'si penjaga' harus rela, ikhlas akan diambilnya 'titipan' tersebut. Karena pada hakikatnya Alloh pemilik sesungguhnya, pemilik segalanya.

Maka menangislah secukupnya, bersedih secukupnya. Setelah itu kembali bangkit. Ada mereka yang masih mengharapkan kesuksesan kita, ada mereka yang masih sayang dengan kita, ada mereka yang begitu bangga akan perjalanan hidup kita. Cukuplah menyesal karena belum berbakti, karena masih begitu luas Alloh memberikan kesempatan untuk bisa berbakti meski sudah tiada. Dengan cara apa? “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Kapan terakhir mendoakannya?
Sudahkan mengamalkan ilmunya?
Sudahkan mengemban nasihat-nasihatnya?
Sudahkah mengemban amanah-amanahnya?
Ibadah rajin? Belajar rajin?



Terima kasih..
Di awal tahun kuliah tingkat akhir ini, ada hal yang membuat memutar ulang memori empat tahun silam. Ya, cukup menguatkan kembali tentang segala mimpi lusuh yang masih tertulis di dinding kamar. AYAH. 

Kamar Kost Pukul 16.25 
Purwokerto, 25 Juli 2015

Halida Rahmi Luthfianti

Senin, 02 Februari 2015

#safarIlmu #backtoQur'an


tentang orang yg hidupnya memgikuti hawa nafsu, wajar jika hidupnya semrawut, karena Alloh membiarkannya tak dpt ptunjuk 45:23


"(yaitu) orang-orang yang selalu mengingat-Mu sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring" 3 : 191

Back to Qur'an!

Back to Qur'an! "(al-quran) ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk, dan rahmat bagi kaum yang meyakini" 45:20

Tentang sunatulloh, hukum alam, atau orang kelewat gahol bilang katanya ini hukum karma -_-
 "Dan Alloh menciptakan langit dan bumi dgn tujuan yg benar, dan agar setiap jiwa diberi balasan sesuai dgn apa yg dikerjakannya, dan mereka tidak akn dirugikan" 45:22

Selamat Pagi :)

RESUME JURNAL POTENSI ENERGI ARUS LAUT UNTUK PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK DI KAWASAN PESISIR FLORES TIMUR, NTT (Ai Yuningsih dan Achmad Masduki) Oleh : Halida Rahmi Luthfianti



RESUME JURNAL

POTENSI ENERGI ARUS LAUT UNTUK PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK DI KAWASAN PESISIR FLORES TIMUR, NTT (Ai Yuningsih dan Achmad Masduki)
Oleh : Halida Rahmi Luthfianti

Energi listrik merupakan salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat pada umumnya. Berdasarkan data dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) permintaan akan energi listrik terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2001, terjadi kenaikan permintaan listrik sebesar 6,4%, disusul tahun 2002 menjadi 12,8%. Diprediksikan sepuluh tahun kedepan, kenaikan permintaan menjadi 9% setiap tahunnya. Bagaimana tidak, segala hal di zaman modern ini memacu masyarakat untuk terus menggunakan listrik, sehingga energi listrik menjadi kebutuhan primer masyarakat di era modern ini. Upaya pemerintah dalam pemasokan energi listrik kurang merata hingga ke pelosok desa terpencil, hal ini menjadi salah satu faktor utama akan perlunya sumber energi listrik terbarukan, tentunya dengan mengoptimalkan potensi di daerah sekitarnya.
Pemasokan energi konvensional banyak memanfaatkan sumber energi dari bahan fosil yang semakin hari semakin menipis cadangannya. Hingga tahun 2009, sebagian besar kebutuhan tenaga listrik di Indonesia masih dipasok dari pembangkit listrik berbahan bakar fosil. Minyak Bumi masih menduduki peringkat tertinggi, yaitu 51,66%. Gas alam menduduki tingkat kedua, yakni 28,57%. Sisanya dipasok dari energi minyak sebesar 15,34% dan energi terbarukan 4,43%. Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam, dan letak geografis yang cukup strategis. Dalam kondisi seperti ini, sejatinya banyak potensi energi yang dapat dimanfaatkan untuk menaggulangi kurangnya pasokan energi listrik.
Salah satu upaya pemerintah dengan langkah kebijakan Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) yakni adanya disversifikasi Energi dengan pemanfaatan berbagai sumber energi terbarukan, hal ini dilakukan dalam menjawab isu nasional mengenai kurangnya pemasokan energi listrik. Berbagai disversifikasi energi sudah mulai dilakukan, yakni dalam memanfaatkan tenaga angin, tenaga gelombang laut, panas bumi, bioenergi, arus laut, dan lain sebagainya. Salah satu pemanfaatan sumber energi terbarukan adalah dalam memanfaatkan sumber energi arus laut. Fakta menunjukan bahwa sebagian negara indonesia adalah lautan. Total luas lautan di Indonesia hampir 8 juta km2. Sehingga sangat relevan jika pemanfaatan potensi arus laut dilakukan untuk menjadi sumber energi terbarukan.
 Berpindahnya massa air laut dari satu tempat ke tempat lainnya yang menyebabkan adanya gerakan, gerakan tersebut adalah arus laut. Arus pada permukaan laut umumnya digerakan oleh stress angin yang menyebabkan riakan pada permukaan laut. Angin cenderung mendorong lapisan air di permukaan laut dalam arah gerakan angin, sedang arus di kedalaman laut disebabkan oleh perbedaan densitas massa air laut. Selain itu, arus di permukan laut dapat juga disebabkan oleh gerakan pasang surut air laut atau gelombang. Pasang surut terjadi karena aksi gravitasi yang mengakibatkan adanya gaya tarik menarik antar suatu planet, bintang dan benda-benda di angkasa lainnya. Maka hal tersebut pula yang mempengaruhi adanya arus laut.
Angin adalah salah satu faktor kecil yang menyebabkan adanya arus laut. Tenaga angin telah banyak dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik. Jika salah satu faktor yang mempengaruhi adanya arus laut saja sudah dapat banyak dimanfaatkan, sejatinya arus laut mempunyai potensi lebih besar untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan. Dalam upaya pemanfaatan energi arus laut menjadi energi listrik dibutuhkan rekayasa teknologi untuk mengkonversi arus laut menjadi energi kinetik sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga arus laut. Potensi energi yang berasal dari tenaga angin telah banyak memanfaatkan turbin sebagai alat pengkonversi angin menjadi energi kinetik yang kemudian dimanfaatan sebagai pembangkit listrik tenaga angin. Pergerakan arus laut yang merambat dari laut lepas menuju tepi pantai pada prinsipnya hampir sama dengan dorongan angin untuk memutar turbin. Maka rekayasa turbin yang sudah banyak dimanfaatkan dalam pembangkit listrik tenaga angin juga menjadi salah satu pilihan untuk mengkonversi arus laut menjadi energi kinetik yang kemudian dapat dimanfaatkan menjadi energi listrik.
Menurut Erwandi pada jurnal tentang Sumber Energi Arus: Alternatif Pengganti BBM, Ramah Lingkungan, dan Terbarukan bahwa Energi arus laut sebagai energi terbarukan adalah energi yang cukup potensial di wilayah pesisir terutama pulau-pulau kecil di kawasan timur. Salah satunya adalah potensi arus laut di kawasan Pesisir Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Menurut penelitian yang telah dilakukan di kawasan pesisir Flores Timur, NTT:
1.      Kondisi Pasang Surut
Kedudukan air tertinggi adalah sebesar 4.02 m dan terendah adalah sebesar 0.62 m pada bacaan rambu. Jika direferensikan pada MSL = 2.16, akan didapatkan kedudukan air tertinggi 1.86m dan terendah 1.34 m.
2.      Kondisi morfologi
Morfologi relatif landai dari Pelabuhan Tanah Merah sampai ke Tanjung Gonsales cukup memenuhi syarat untuk dipasangnya turbin, dan jarak dari perumahan tidak terlalu jauh.
3.      Kondisi Arus
Kecepatan arus terbesar yakni ada pada kedalaman 5 meter dari permukaan laut, Kecepatan arus berkisar 0.004 – 3.676 m/s, daya yang didapat 0.3 kW – 7.0 kW.
Maka jarak yang tepat untuk menempatkan pembangkit listrik tenaga arus laut adalah pada jarak sekitar 190.05 meter dari pesisir pantai, tepatnya sekitar Tanjung Gonsales.
Dari hasil penelitian yang didapatkan bahwa penggunaan energi arus laut mempunyai intensitas energi kinetik yang besar sehingga dapat menunjang ketersediaan energi di masa depan. Karena kurangnya pasokan energi listrik merupakan permasalahan yang senantiasa menjadi perhatian semua bangsa, walau bagaimanapun  kesejahteraan manusia dalam kehidupan modern sangat terkait dengan jumlah dan mutu energi yang dimanfaatkan.