Beranda

Followers

Senin, 13 Agustus 2012

Ke-INGIN-an itu bukan ke-BUTUH-an

Hari ini aku adalah pelajar yang masih terombang-ambing dengan status ku, mahasiswa belum, anak sekolahan pun udah beres. Dan kerjaannya pun tak karuan karena aku tak terbiasa dengan libur yang sangat lama. Baca-baca cerita orang, salah satu hal yang buat aku ngga terlalu boring di rumah, begitu pun bisa banyak ambil pelajaran.

***sekitar 4 bulan yang lalu***

Ya, hari itu hari dimana dipenuhi dengan pengenalan universitas. Satu per satu mereka memperkenalkannya dengan berbagai cara. Hingga kami berpikir bagaimana kelak kami seperti mereka satu tahun kedepan.

"saya! mahasiswa psikolog Unpad berjas biru!" dengan lantang satu dari temanku menyorakkan di depan kelas. Sebut saja Adi namanya. Adi menjelaskan dengan gayanya, sebagaimana orang psikolog yang telah sukses di kota besar sana.

"saya, mahasiswi fmipa ITB tepatnya kimia yang berjas ijo tua!!" teriak satu temanku yang lain, dengan semangat luar biasa. Sebut saja ia bernama Nurul. Ia pun tak ingin kalah menariknya ketika menirukan kaka-kaka yang mengenalkan Universitasnya.

"saya!! mahasiswi ahli gizi UGM!" Teriak kawanku yang tak mau kalah juga oleh teman-temannya. Sebut saja ia bernama Elis. Sudah seperti pakar ahli sukses saat ia menirukan gaya kaka-kakanya.

Hingga akhirnya mereka saling mengangkat keunggulan apa yang mereka INGINKAN nya. Dan keadaan kelas pun sudah seperti mereka yang sedang berdemo karena naiknya harga tempe dan tahu saat ini. Ah, tapi aku tak sedikitpun ikut-ikutan seperti mereka. Bukan karena tak ingin menyuarakan mimpiku, tapi tepat saat itu aku sedang ada dalam 2 pilihan yang bersebrangan dengan keINGINanku sendiri. Ya, sangat dilem, kalo anak jaman sekarang bilangnya GALAU BEUUD hehe

"kamu ngga ngenalin Univ mu, Ya? Ayo dong Ya, aku yakin kamu pun punya mimpi, kenalin dong sama kita-kita" Aku terkaget ketika temanku hendak mengajakku. Mereka pun ikut bingung ketika aku tak ikut gaduh seperti biasanya.

Ok, dan akhirnya aku ikut memanaskan kelas.
"Saya!! Mahasiswa fisika Unsoed berjas kuning!!" Aku pun tak sangka akan menyebutkan apa yang bukan aku INGINKAN saat itu. Begitu pun mereka tertohok, karena mereka tahu apa yang sedang Aku inginkan saat itu. Tiba-tiba aku paparkan dengan lantang dan hingga akhirnya aku pun ikut memanaskan kelas dengan mengangkat Univ yang aku teriakkan tadi di depan kelas.

Bel berbunyi, tanda pembelajaran telah berakhir, aku dan teman-teman pun pulang ke asrama.

***

Dan saat ini aku berpikir, aku tersenyum-senyum saat mengingat 'kegilaan' aku dan teman-temanku sekitar 4 bulan yang lalu, hingga berteriak-teriak menyuarakan keINGINannya. Dan tentunya itu bagian dari rancangan mimpi kita.Tapi tentu pula, segalanya harus didasarkan karena Allah yang Sang Pemberi keputusan. Begitu pun atas pertimbangan orang tua dan keluarga kita, karena mereka tahu semua tentang kita. Terkadang orang tua atau keluarga menjadi pendukung kuat dan terkadang pula mereka menjadi penentang terkuat juga. Tapi apapun itu mereka inginkan kita jadi yang terbaik, dan ingatlah bahwa ridho allah bersama ridha orang tua. Dan sekarang aku tersadar bahwa "Allah memberikan apa yang kita butuhkan, bukan memberi apa yang kita inginkan"

"hey, Aya, lagi apa kamu? ko ngelamun. Ayo mandi sana, hari ini kan kau ada les english" tepuk Ibuku saat Aku melamun.

Rabu, 11 Juli 2012

Buah dari setiap Bunga

Lika-liku perjalanan untuk menggapai cita memang tak mudah, perlu mengerahkan segala kemampuan yang ada dalam diri kita, dan tak lupa pula kesabaran yang patut diberi reword ketika kesabaran dapat mendobrak segala rintangan yang ada. Pendapat terkadang menimbulkan luka, luka yang seharusnya tidak menempel, tapi entahlah, perlu waktu untuk menghilangkan geretak hati ini, ketika pendapat harus mengimbas segala rancangan mimpi yang telah dirajut.

senasib bos :')
Dan terkadang menjadi hal tersulit untuk mengambil keputusan ketika jalan harus bersimpangan dengan orang yang selalu mendidik hingga menjadi orang besar. Tangisan bukan lagi menjadi bathin diri, tapi venus di luar sana pun ikut merasakan hal yang sama.

Saat itu, ku pinjam telepon genggam yang selalu ia (read : Herda namanya) bawa, karena kedekatanku yang sudah melekat seperti saudaraku sendiri, kemudian ia bebaskan aku untuk menggunakan telepon genggamnya, dan ku buka satu note dari sekian banyak note yang selalu ia tulis dalam telepon genggam kesayangannya. Note yang terselip jauh, tanda lamanya note itu dibuat.

Rabu, 23 Mei 2012

kau hadirkan ingatan :')

 Sosok seorang laki-laki yang aku kagumi sejak aku belum bisa berkata “akun kagum padanya”, sejak aku belum bisa berjalan menuju kekagumanku sendiri, hingga saat ini aku bisa berdiri tegak merenungi kekagumanku atas ciptaan-Mu yaa Rabb.

Terimakasih yaa Rabb…
Engkau telah hadirkan sosok seorang laki-laki sebagai salah satu dari banyak kekaguman yang Engkau anugrahkan kepadaku.

Teringat ketika aku ingin belajar bersepeda, selalu ia sempatkan meski dalam kesibukannya. Aku terjatuh dan terus terjatuh, menangis dalam kesakitannya dan sempat tak mau lagi berlatih, tapi ia selalu memotivasiku dengan semangatnya yang luar biasa, hingga akhirnya aku bisa bermain bergembira bersama teman-temanku.
Tapi sayang, beribu-ribu sayang, belum sempat aku katakan kata “terimakasih” kepadanya :’(

Hari itu hari libur, hari dimana mayoritas orang memanfaatkannya dengan istirahat, karena kelelahannya akan akan aktifitas selama satu minggu. Ketika itu aku dan kakakku sangat menggemari bidang olahraga, ia lagi-lagi rutin menyempatkan berolahraga sambil bermain bersama aku dan kakakku. Hingga akhirnya aku berada di tempat orang banyak, untuk bersaing dalam kemampuan berolahraganya, dan penghargaan itu 2x aku dapatkan. Teringat hal itu, karena ia yang selalu rutin melatih dalam menyaurkan hobiku saat hari libur datang, ia pun menyempatkan datang tanpa aku ke tempat “persaingan” itu, hingga aku sedang berada dalam kegelisahan di akhir jalan menuju penghargaan itu, ia berkata di balik kaca buram berdebu “semangat dek! Kamu pasti bisa :)” dengan senyumnya yang manis, penuh semangat :)

Sabtu, 19 Mei 2012

belajar sambil bernostalgia


SUPER MARIO :)
Mayoritas pasti tau tentang permainan lampau ini. Game ini sangat merajalela ketika aku masih mungil dulu, tak heran jika banyak orang yang menggemarinya, karena memang games ini sangat menarik, juga menantang. Game ini mengingatkan kepada masa kecilku dulu, tak pernah terlewatkan satu hari pun untuk meluangkan bermain super mario ini (haha, alay nih, saking seringnya sih). Setelah aku beranjak remaja dan keberadaanku yang tak lagi mendukung untuk bermain game ini (yaa, karena aku berada di boarding dan begitupun aku telah beranjak remaja, hingga ada “sedikit” rasa malu hehe).

Rasanya rindu, tak pernah lagi aku berpetualang di dunia mario ini. Hingga di akhir menuju kepulanganku setelah 6 tahun di boarding, aku menemukan kerinduan ketika masa kecilku dulu yang tak lagi aku temukan setelah beberapa tahun, ya! Itu adalah masa kecilku yang penuh dengan petualangan, termasuk petualangan super mario salah satunya :)

Aku jadikan kembali trend game ini pada usia teman-teman ku yang sudah menginjak sweet seventeen, karena aku tau, mereka pun tak kalah rindunya dengan ku :) Bukan lagi jeritan anak kecil yang lucu ketika harus game over, akan tetapi jeritan anak remaja beranjak dewasa yang tak lagi ada lulu-lucunya, malah polusi suara yang ada hehe

Kamis, 17 Mei 2012

besar ada karena kecil


Di sela akhir-akhir kegiatanku yang sungguh membuat semua anggota tubuh ku ikut berpartisipasi dalam penuhnya agenda yang harus aku selesaikan, hingga kulit berpori ini mengeluarkan keringatnya yang menandakan energi dalam tubuhku terpakai karena lelah ku yang tak kunjung "bernafas lega" :)

Tapiiii...Sangat bukan hal yang merugikan ketika aku harus mengeluarkan sekuat tenagaku, sebanyak energi ku, untuk menempuh ilmu yang LUAR BIASA aku dapatkan di tempat ini, di akhir penghujung khususnya. semuanya terbayar kawan :)

Setelah selesai praktek mengajarku,
عمليَة التدريس namanya, yang semuanya memakai bahasa asing, inggris dan arab.

Singkat cerita, hari itu adalah hari terakhir dari kegiatan unggulan sekolahku setelah praktek mengajarku itu. Pembekalan alumni namanya, materi terakhir kita adalah merawat jenazah. Ya, praktek langsung di lapang dalam merawat jenazah itu hingga patung yang dianggap mayat di kuburka.