Sifat manusia yang tak dapat dipungkiri, sudah melekat dan menjadi
hakikat manusia yaitu manusia merupakan makhluk sosial. Mahluk sosial adalah
mereka yang selalu hidup berkoloni atau tidak bisa hidup sendiri, selalu
membutuhkan bantuan orang lain. Dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat
Al-hujurat : 13
يأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَـكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَـكُمْ شُعُوباً وَقَبَآئِلَ لِتَعَـرَفُواْ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عَندَ اللَّهِ أَتْقَـكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
“Wahai
manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari laki-laki dan perempuan, dan
Kami menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal.
Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kalian adalah orang yang paling
bertaqwa di sisi Allah. “[al-Hujurat:13].
Ketergantungan terhadap orang lain pun tidak boleh menjadi sifat
yang melekat dalam diri kita meskipun kita adalah makhluk sosial yang tidak
bisa hidup sendiri. Wajar jika kita merasa terpuruk, merasa terasingkan ketika
kita berada dalam kesendirian. Tapi sungguh Islam memang luar biasa, dalam
keadaan apapun segalanya dapat menjadikan pelajaran.



